Mahalnya Harga Bahan Bakar Avtur Pada Penerbangan Pesawat di Indonesia

 

Di Dalam Bagian Sipil Pada Persaingan Usaha di Penerbangan. PT PERTAMINA dan PT GARUDA INDONESIA Ke-2 Perusahaan ini yaitu 2 Sejoli Sejati Plat Merah Punya Perusahaan Induk Pemerintahan Negara Indonesia (BUMN).

 

PT GARUDA Indonesia Sebagai Maskapai Penerbangan yang sediakan Pesawat Garuda Indonesia untuk Keperluaan Rute Penerbangan spesial untuk taraf Terbang Jumbo Panjang Internasional dan Pesawat Citilink (Anak Usaha Garuda) Sebagai Yang memiliki Penerbangan Spesial Lokal. Sedang, PT PERTAMINA sebagai Penyedia Bahan Bakar Jet yang dimaksud dengan AVTUR atau Aviation Turbine. Jakarta tourism guide dan di sekitarnya memang banyak, sebelum anda liburan pastikan terlebih dahulu destinasi yang di tuju lengkap dengan tiket yang sudah di siapkan dan penginapan yang sudah di tentukan. Jangan lupa untuk menyusun acara jika sudah sampai di tujuan.

 

 

.......... adalah bahan bakar yang di rasa cocok untuk mengurangi polusi udara di negara kita. Karena tinggat polusi yang di hasilkan sangat minim sehingga aman untuk lingkungan. Selain itu dapat mengurati korosi pada mesin pesawat.

 

Mahalnya Harga AVTUR PERTAMINA

Di Tempat Kita di Indonesia. Ada Sebagian Persaingan Usaha Penerbangan yg berkompetisi Ketat. Yakni dari PT GARUDA punya Pemerintah dengan Anak Usahanya Citilink. Lantas ada juga LION AIR sebagai punya Perusahaan Swasta dalam Negeri dari Rusdi Kirana yg Populer Pekerja Keras dan Pantang untuk Menyerah.

 

Terkecuali Lion Air. Rusdi Kirana juga miliki Anak Usaha yakni dari Wings Air, Batik Air, Malindo Air, Lion Bizjet, dan Thai Lion Air. Jika Kita Pernah Naik di Pesawat ini ya, Maka Sesungguhnya Miliki Rusdi Kirana juga sih. Meskipun namanya tidak sama namun tetaplah 1 Yang memiliki.

 

Lepas dari Kajian diatas. Negara Indonesia sesungguhnya yaitu Pemimpin di Industri Penerbangan Pada Posisi Nomer 8 Paling baik di Dunia.

 

10 Negara dan Maskapai Paling baik di Dunia Versus SKYTRAX Pada Th. 2015 yaitu :

 

1. Qatar QATAR Airways.

 

2. Singapura SINGAPORE Airlines

 

3. Hongkong Cathay Pacific Airway

 

4. Turki Turkish Airlines

 

5. Uni Emirat Arab Emirates

 

6. Uni Emirat Arab Etihad Airways

 

7. Jepang ANA All Nippon Airways

 

8. Indonesia Garuda Indonesia

 

9. Taiwan EVA Air

 

10. Australia Qantas Airways

 

Indonesia menempati Peringkat 8. Menaklukkan Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan lain-lain. Hal semacam ini di Karenakan Kita Mempunyai Pasar Customer yg Demikian Besar 255. 000. 000 Juta Masyarakat, Ada Sumber Minyak Alam, dan Harga AVTUR yg Murah dibanding dari Negara-Negara Lain di ASIA Itu. Sontak saja menempati Posisi 8 yg di Menempati Plat Merah oleh GARUDA INDONESIA.

 

Namun, yang Butuh di Kwatirkan yaitu “SINGAPURA”. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengeluhkan harga avtur dari PT Pertamina (Persero) yang Sangat Mahal. Selisihnya nyaris 15% Lebih Mahal Daripada Singapura.

 

Masalah Harga yg Mahal ini menyebabkan Masalah bermacam dari dalam negeri. Pada Ticket Pesawat 50% nya Mahal Karena Bahan Bakar berkualitas. Jika AVTUR dapat Kita murahkan lagi dari Singapura. Maka Indonesia akan jadi Pemimpin Penerbangan di ASIA TENGGARA.

 

Menurut Ahmad Bambang dari Direktur Pemasaran PT Pertamina. Harga AVTUR memanglah disadari kalah dari Singapura. Sebab kita kalah dalam System Tehnologi Full AUTOMATION SYSTEM. Kita umpamanya di sini memakai Tenaga Kerja Padat Karya yg memberi Upah bagi Pekerja dan Pegawai tiap-tiap bln.. Sedang di Singapura. Mereka memakai Mesin Automation (Automatis) yg dapat menukar sebagian Pekerjaan manusia dengan mesin. 

 

 Disisi Lain, dibanding dengan Singapura. Kita juga kalah karena ada banyak menyewa Sebagian Perlengkapan. Lantas Keadaan Kilang kita juga telah tua dan Ketinggalan Teknologinya. Ditambah lagi Letak Geografis kita yg Sama-sama Berjauhan. Makin Jauh Letak Bandara dari Sumber Kilang. Maka Makin Mahal harga AVTUR-nya. Dan ini mengharuskan PERTAMINA sebagai Pemain Tunggal Penyuplai AVTUR harus lakukan Subsidi silang supaya distribusi ke Sebagian Tempat Bandara Lain yg ngga ekonomis namun tetaplah dilayani.

 

Di Lebih Lagi, Banyak Pungutan-Pungutan operator Bandara dan Cost Pajak Bertambahnya Nilai PPN 10% dari Pemerintah. Membuat makin Susah untuk Menurunkan Cost AVTUR. Juga jika tetaplah nekat di Kerjakan Penurunan harga bahan bakar. Mengakibatkan Keuntungan makin kecil. Dan dapat terjerat kedalam utang yg makin menggunung. Sekarang ini saja Pada Juli 2015, Utang Pertamina sebagai Yang memiliki AVTUR miliki utang sebesar Rp 215 Triliun. Jika Keuntungan makin kecil, maka bagaimana mungkin dapat membayar utang.

 

Penerbangan Swasta juga dirugikan

 

Mahalnya Harga AVTUR yg diiringi dengan Persaingan Harga Ticket yg Makin Murah. Membuat Sebagian Maskapai Dalam Negeri Kudu Bekerja Keras banget untuk mencapai keuntungan.

 

Mungkin hal Itu ngga punya masalah bagi PT GARUDA dan PT PERTAMINA yg keduanya sama punya Pemerintah yg dapat sama-sama menyuntikkan Duit. Namun untuk Pihak Swasta. Seperti LION AIR. Ngga ada yg membantunya, terkecuali ia berupaya sekuat tenaga usaha keras untuk Tetaplah Bertahan dari Kebangkrutan.

 

LION AIR Sangat terpaksa untuk mencapai keuntungan lewat cara Terbang semakin banyak, Pilot kerja semakin banyak, efek negatifnya dapat menyebabkan Rusaknya Mesin Pesawat, Pilot Kelelahan, dan Jadwal Penerbangan Penumpang yg Padat akan banyak Terlambat berjam-jam karena Biasanya Perbaikan Mesin akibat di Paksa Berusaha keras ekstra berulang-kali lipat untuk mencari Keuntungan dari Harga Ticket yg Murat Itu. Efek Terbesarnya yaitu Kecelakaan Fatal. 

Write a comment

Comments: 2
  • #1

    seks telefony (Monday, 16 January 2017 18:13)

    poskupiawszy

  • #2

    wróżby (Saturday, 21 January 2017)

    niespytlowanie