Efek jelek meremehkan emosi diri 

Mempunyai problem dengan pasangan adalah satu hal yang wajar. Perseteruan serta geram pada pasangan, muncul rasa cemburu, atau terasa kecewa yaitu hal yang lumrah. Tetapi mengakibatkan, dapat terucap kalimat negatif, keluar beragam tuntutan, menyusutnya rasa yakin, serta emosi negatif yang lain yang bisa memperkeruh menjalin hubungan dengan orang yang emosional

 

Apabila pertikaian ini berlangsung kadang-kadang serta bisa diatasi dengan baik, jadi mungkin saja hal itu tidak dilihat jadi satu problem yang berat. Tetapi bila pertikaian selalu berulang serta tidak teratasi dengan baik, mungkin saja kecocokan hubungan Kamu jadi dipertanyakan alasan pria belum siap berkomitmen

 

Keadaan yang seringkali berlangsung yaitu melihat ada masalah dalam hubungan interpersonal dengan pasangan. Namun sesudah ditilik lebih jauh, nyatanya akar persoalannya yaitu problem emosi yang dihadapi satu diantara pihak, lalu mengganggu kekuatannya dalam merajut hubungan interpersonal dengan pasangannya. 

 

Bila sekian, mungkin saja hal semacam ini juga akan senantiasa jadi problem interpersonal dengan siapa juga pasangannya kelak. 

 

Saat ini waktunya Kamu untuk mengingat-ingat kembali masa kecil yang sempat dihadapi. Tumbuh di lingkungan yang relatif meremehkan emosi anak, bisa mengganggu tumbuh kembang emosi seorang saat telah dewasa. 

 

Saat masa kanak-kanak, bila tak ada orang yang cukup memperhatikan perasaan si anak atau memperhatikan kebutuhan-kebutuhannya, jadi bisa mengarahkan anak itu jadi sosok orang dewasa yang punya potensi mempunyai problem emosi. 

 

Dengan diam-diam, tidak tampak terang, efek itu makin mengakar dalam pribadi si anak. Tumbuh jadi remaja, dapat mengakibatkan kerusakan rasa yakin diri serta pemahaman dianya. Saat tumbuh dewasa, bisa menghambatnya dalam memutuskan yang pas dalam kehidupannya, termasuk juga permasalahan-permalahan yang keluar dalam merajut hubungan interpersonal dengan orang yang lain. Cara mencapai klimaks saat bercinta terjalin karena dua belah pihak.

 

Pengabaian emosi pada saat anak-anak begitu dapat membuat pemikiran-pemikiran yang salah saat telah dewasa. Pemikiran salah ini yang lalu sering jadi akar masalah dalam merajut hubungan interpersonal. Pemikiran atau pemahaman yang salah itu butuh diluruskan, jadi sebagai berikut : 

 

1. Mempunyai perasaan yang kuat seperti suka, sedih, geram, atau kecewa yaitu satu hal yang sehat serta manusiawi. 

 

2. Ketahui keperluan serta hasrat diri, dan bisa mengekspresikannya, adalah kunci kebahagiaan diri. 

 

3. Membahas masalah yang tengah dihadapi malah bisa menolong merampungkan problem itu. 

 

4. Menangis adalah langkah mengekspresikan emosi yang sehat. 

 

5. Membiarkan orang yang lain 'melihat' perasaan diri Kamu malah bisa menolong orang yang lain itu mengerti diri kita. 

 

6. Apa yang menginginkan di sampaikan, adalah hal yang sama perlunya, jadi sampaikanlah. 

 

7. Kalau kita yaitu manusia yang sama-sama tersambung serta kebanyakan orang sama perlunya. Ini tunjukkan kalau Kamu tidak sendirian. 

 

Jadi apabila mempunyai pemahaman yang salah, awalilah untuk merubah alur fikir Kamu mengenai tujuh hal diatas.